Sisa Waktu Dua Pekan, Ketua Panitia Porsi Jawara Sebut Persiapan Pelaksanaan Sudah 90 Persen

Porsi Jawara I–Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah se Jawa Madura (PORSI JAWARA) untuk pertama kalinya akan digelar di Universita Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KKHAS) Jember pada 1-4 November nanti.

Ketua panitia pelaksana, Dr. Nawawi menyebut, hasil rapat koordinasi internal terbaru, persiapan lomba antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Jawa Madura itu sudah 90 persen. Mulai dari persiapan akomodasi, veneu (lokasi lomba), serta petunjuk teknis pelaksanaan masing-masing cabang lomba.

“Persiapan 90 persen, siap melaksanakan kegiatan Porsi Jawara,” ungkpanya melalui Voice Note saat dikonfirmasi Jurnalis Humas, Jum’at 13 Oktober lalu.

Kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari itu, dimulai dengan Tehnical Metting, dan dilanjutkan dengan Grand Opening .

Kemudian, pada hari kedua dan ketiga, pelaksanaan lomba-lomba akan dilangsungkan pada siang hari. Sementara pada malam harinya diisi dengan ragam pertunjukan, yang salah satunya seniman musisi asal Ibu Kota serta Festival Mahasiswa oleh Senat Mahasiswa UIN KHAS Jember.

Karena itu, Dr. Nawawi menegaskan, seluruh kontingen, seyogyanya melewati pertandingan secara suportif dan elegan. Ikhwal mengacu pada pedoman dan petunjuk teknis yang ditetapkan bersama.

“Ini harapan kita bersama,” ungkapnya.

Lanjut Dr. Nawawi menyampaikan, pendaftaran PORSI JAWARA dilakukan secara online melalaui website porsijawara.uinkhas.ac.id, kemudian berkas yang telah dikirm tersebut akan di verifikasi secara manual.

Selain itu, Dr. Nawawi yang sekaligus Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember itu menambahkan, PORSI JAWARA yang berlangsung di bagian Timur Pulau Jawa ini akan diadaptasikan dengan budaya masyarakat sekitar.

Tujuannya, agar individu yang pertama kali ke Jember dapat merasakan dan menyaksikan budaya khas masyarakat sekitar, yakni Pandhalungan (percampuran budaya) yang bisa ditemui melalui pertunjukan maupun pengamatan secara langsung.

“Setiap kegiatan akan diadaptasikan dengan budaya Masyarakat sekitar,”ujarnya.